Mengunjungi Masjid Mataram Kotagede

Memutuskan berwisata religi ke kota Jogja? Ada beberpa referensi tempat yang bisa kamu kunjungi. Di Kota Jogja terdapat beberapa masjid bersejarah. Selain bangunannya yang bergaya klasik juga menyimpan sejarah perjalanan perkembangan agama Islam.

Salah satu dari beberapa masjid bersejarah di kawasan kota Jogja adalah Masjid Kotagede. Bangunan masjid yang masih klasik bergaya Mataram bercampur Jawa kuno membuat masjid ini nampak eksotik. Masjid Kotagede ini merupakan masjid tertua di Jogja dan merupakan bukti kejayaan Islam pada zaman Kerajaan Mataram.

Jika menilik bangunan di dalam masjid terdapat mimbar cantik dengan ukiran yang sangat indah. Mimbar ini merupakan pemberian dari seorang adipati di Palembang, yang waktu itu Sultan Agung mampir ke Palembang sepulangnya melaksanakan ibadah haji.

Masjid Agung Kotagede ini bangunannya bercampur dengan kebudayaan jawa yang masih kental. Terbukti dari bangunan utama masjid yang berbentuk limasan, yaitu rumah adat Jawa. Pada masa pemerintahan Sultan Agung hanya terdapat masjid inti saja, lalu bangunan ke dua dibangun oleh Pakubuwono X, Kasunanan Surakarta.

Pembangunan ke dua masjid ini tidak merubah bentuk asli atau masjid inti. Memiliki atap bertumpuk dengan dua mustoko yang berbentuk gada dan empat buah tiang penyangga. Gada melambangkan syahadat dan keempat tiang melambangkan sholat, puasa, zakat, haji.

Dari dua tahap pembangunan terdapat perbedaan pada pagar masjid. Pada masa Sultan Agung yaitu pagar disisi kiri material batunya lebih besar serta terdapat batu marmer yang berukiran tulisan aksara jawa. Sedang yang dibangun oleh Pakubuwono X ukuran batu batanya lebih kecil dan warnanya lebih cerah.

Juga terdapat sebuah bedug besar yang dipukul setiap kali memasuki waktu sholat tiba. Bedug tersebut juga pemberian dari seseorang. Usia bedug itupun tak kalah tua dari usia masjid.

Toleransi antar umat beragama sudah dijaga oleh Sultan Agung sejak zaman dahulu. Sebagai wujud toleransi, pada gapura masjid dapat kita lihat tembok L dan gapura paduraksa. Keduanya dibangun oleh Sultan Agung untuk menghormati warga sekitar yang membantu pembangunan masjid, kala itu beberapa masih beragama Hindhu ataupun Budha.

Didepan masjid tumbuh pohon beringin besar yang usianya pun sudah ratusan tahun. Tumbuhnya pohon ini membuat suasana masjid menjadi rindang dan nyaman. Udara menjadi tidak terlalu panas karna terlindung oleh rimbunya daun beringin dan pepohonan.

Masjid Kotagede terlatak di Jl. Masjid Mataram, Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya tidak begitu jauh dari pasar Kotagede. Jika kamu mau sekalian berbelanja kerajinan perak juga tidak begitu jauh kok  jaraknya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *